Ceritaku ini bermula dari sekumpulan bapak2 di sebuah RT di perumahan penduduk yang biasa2 aja. Dengan komunitas yang beragam dan heterogen. Ada pedagang, pegawai swasta, PNS, petugas keamanan, wiraswasta, hingga pejabat setingkat eselon 3. Terdengar celetukan seorang bapak yang prihatin dg kondisi jalan dimuka rumahnya, dimana banyak batu2 kecil - sisa2 aspal yang sudah tak nyata lagi - dan yang jelas tak nyaman untuk dilalui. Bapak ini ingin memperbaiki jalan dimuka rumahnya agar lebih baik, aman dan nyaman untuk dilewati.
Dari keinginan pribadi ini kemudian berkembang menjadi pembicaraan antar tetangga di kiri dan kanannya. Alhamdulillah tetangga sebelah kiri berniat sama ingin memperbaiki jalan di muka rumahnya sendiri. Tak disangka tetangga kedua disebelah kirinyapun berniat sama. Sehingga pembicaraan ini meluas hingga sebagian besar warga di RT tersebut berkeinginan memperbaiki jalan dilingkungan RT dengan cara swadana - bayar sendiri2. Dan akhirnya disepakati perbaikan jalan dengan cara di cor namun pengerjaannya dengan cara bergotong royong.
Uang mulai dikumpulkan pada seorang bapak yang , insya Allah, amanah. Dan dimulailah pengerjaan pengecoran jalan. Dengan kesepakatan pengumpulan dana dan dikerjakan secara bersama-sama.
Awal dari pengecoran pertama, 3 truk molen dg 12 kubik campuran semen & batu datang kurang lebih pada jam 1.30 dini hari, di hari kerja. Si bapak yang tengah lelap tidur, tersentak bangun karena suara dering Hp yg mengabarkan truk molen akan segera tiba. Dengan bergegas, si bapak memukul keras2 tiang tilpun utk membangunkan warga yang lain. Tak berapa lama dari dentangan keras akibat tiang tilpun yang dipukul palu, hujan turun dengan derasnya. Subhanallah..... Ternyata hujan tak menghalangi niat warga untuk memulai proses pengecoran jalan. Karena tidak mengira truk molen akan datang malam itu, maka peralatan dengan segala perlengkapannya belum cukup memadai untuk digunakan. Tapi itu pun tak menyurutkan semangat bapak2 untuk meratakan curahan semen yang keluar dari truk molen. Bermodalkan niat, rasa kebersamaan dan keikhlasan, bapak2 mnyelesaikan proyek pertama dari pengecoran jalan ini dengan sukses. Demikian juga dengan para ibu2 yang dengan spontan menyediakan teh - kopi dan makanan untuk para bapak2.
Maka, telah dimulailah sebuah proses KEBERSAMAAN yang dilandasi niat tulus dan keikhlasan.
Truk molen ke 2 datang beberapa hari kemudian , selepas sholat isya'. Dentang keras suara tiang tilpun yang dipukul bergema di seantero RT. Dan bapak2 dengan segera keluar rumah menyambut truk molen yang akan menurunkan semen cor2an. Dan ibu2 dengan segera pula memasak air untuk menyiapkan minuman dan memasak apapun bahan yang dia punya untuk menjadi sebentuk camilan.
Demikian juga yang terjadi untuk truk molen yang ke 3, 4 ,5 dan seterusnya. Truk2 itu biasanya datang setelah isya' . Namun pernah juga 2 kali setelah ashar dan 1 kali ba'da sholat Dhuhur. Dan bapak2 itupun tetap dengan semangat meratakan curahan semen dan menyelesaikannya. Tak peduli itu ada didepan rumah siapa. Yang sedang berkelapangan waktu dan berbadan sehat, bergotong royong mengerjakan pengecoran jalan ini.
Namun pada hari selasa - 8 Mei 2012, tidak seperti biasanya. Jam 6.30 pagi, 2 truk molen membawa 7 kubik semen cor akan segera datang. Jam 6.30 pagi adalah waktu dimana bapak2 sedang bersiap2 menuju tempat kerja masing2. Dentangan tiang tilpun sebagi tanda datangnya truk molen segera terdengar. Dan Subhanallah..... satu persatu bapak2 yang masih ada di rumah segera berkumpul dan mempersiapkan segala sesuatunya. Bapak2 itu adalah bapak2 yang masing2 mempunyai kesibukan dan pekerjaan sendiri. Mereka rela menyisihkan sedikit waktunya dulu untuk menyelesaikan cor2an pagi ini. Lebih dari 8 orang bapak2 bergotong royong menyambut truk molen yang menurunkan semen cor. Dan ibu2 dengan serta merta bergegas mengeluarkan teh - kopi dan nyamikan.
Dan aku memaknai ini sebagai sebuah KEBERSAMAAN dan KEIKHLASAN , insya Allah semata karena Allah Ta'ala. Tak ada perhitungan, tak ada keraguan, tak ada saling iri. Semua saling bahu membahu meratakan dan menyelesaikan proyek jalan, pagi ini.
Dalam hati dan lisanku, terucap syukur yang teramat dalam. Alhamdulillah dan terimakasih ya Allah untuk KEBERSAMAAN & KEIKHLASAN dari bapak2 dan ibu2 RT 8.
Niat kami memperbaiki jalan ini semata karena Engkau ya Robb, agar memudahkan dan memberikan rasa aman & nyaman orang2 yang melaluinya. Orang2 yang berniat beribadah menuju masjid, ato orang2 yang berniat menjemput rezeki dariMU, ato anak2 yangberniat menuntut ilmu, ato ibu2 yang berniat berbelanja, ato siapapun yang melewati dan berniat mencari kebaikan dan RidhoMU, ya Allah.....
Semoga niat kami ini tercatat sebagai sebuah amal jariyah bagi diri kami dan keluarga kami masing2. Dan tercatat sebagai sebuah amal ibadah bagi bapak2 yang mengerjakannya dan bagi ibu2 yang mendukungnya.
Dan jadikanlah jalan yang baru ini sebagai jalan yang Engkau Ridhoi dan Engkau berkahi sehingga memberikan kebaikan dan manfaat bagi siapapun yang melintasi. Jauhkan dan hindarkan jalan baru ini dari hal2 yang membawa kemudhorotan.
Aamiin aamiin ya Allah ya Rabbal 'alamiin.....
9 M E I 2012
* special thanks for Bapak2 & Ibu2 RT 08 - Perum Bumi Puspiptek Asri sektor III Tangerang *
Selasa, 08 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar